TRADISI HALAL BIHALAL
TRADISI HALAL BIHALAL
Halal bihalal adalah tradisi saling memaafkan dan bersilaturahmi yang dilakukan setelah hari raya Idul Fitri di Indonesia. Tujuan halal bihalal adalah saling memaafkan dan mempererat silaturahmi setelah selesai menjalankan ibadah puasa, meningkatkan keharmonisan antar sesama, dan memperkuat ikatan persaudaraan.
Sedangkan manfaat dari halal bihalal adalah:
- mempererat silaturahmi (dapat mempererat silaturahmi antar keluarga, kerabat, dan masyarakat
- memaafkan dan memohon maaf (kesempatan untuk memaafkan dan memohon maaf atas kesalahan yang terjadi
- mengembalikan hubungan (membantu hubungan yang rusak/renggang)
- meningkatkan kesadaran spiritual dan keimanan
- membangun komunitas (membangun komunitas yang lebigh harmonis dan solid
Warga sekolah, bapak ibu guru, karyawan, dan warga sekolah mengadakan halal bihalal di lingkungan sekolah. Kami warga sekolah bersama-sama berkunjung ke rumah warga dekat sekolah dan ke rumah tokoh masyarakat setempat. Kami melakukan silaturahmi ke warga sekitar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran telah usai. Setelah semua warga tetangga sekolah kami datangi semua, selanjutnya kami lanjutkan berkunjung ke rumah tokoh masyarakat yaitu dimulai dari rumahnya ibu operator sekolah, dilanjut ke rumah Bapak Dukuh Jetis, Bapak Dukuh Kalirejo Utara, Bapak Dukuh Kalinongko, Bapak Ketua Komite Sekolah, dan kunjungan terakhir ke rumah Bapak Dukuh Beteng.
Halal bihalal juga dilaksanakan oleh peserta didik pada hari pertama masuk sekolah usai libur Idul Fitri 1446H. Halal bihalal dilaksanakan bersama antara peserta didik dan guru beserta karyawan SD Negeri Kalirejo. Kegiatan halal bihalal ini diawali dengan apel halal bihalal di halaman sekolah dengan diisi sambutan dari kepala sekolah, ikror syawalan, saling tukar menukar kado silang dengan mode diputar searah jarum jam, dan diakhiri dengan jabat tangan bersama dilanjutkan makan bersama di dalam kelas.
Semoga kegiatan halal bihalal dan silaturahmi ini bisa dilaksanakan berkelanjutan dan dilestarikan.









Komentar