PELAKSANAAN KINERJA KEPALA SEKOLAH TAHUN 2026 SD NEGERI DONOMULYO
PELAKSANAAN KINERJA KEPALA SEKOLAH TAHUN 2026
SD NEGERI DONOMULYO
Kinerja Kepala Sekolah tidak lagi hanya dinilai dari tumpukan dokumen fisik, melainkan dari keberhasilan dalam menggerakkan guru, menciptakan budaya refleksi, dan meningkatkan skor rapor pendidikan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan uraian pelaksanaan kinerja yang sistematis sebagai bentuk pertanggungjawaban profesional.
Tujuan dilaksanakan kinerja kepala sekolah adalah:
- Meningkatkan kualitas kepemimpinan pembelajaran yang berpusat pada kepentingan murid.
- Memfasilitasi pengembangan kompetensi guru melalui siklus observasi dan refleksi yang konstruktif.
- Mewujudkan tata kelola satuan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data (Rapor Pendidikan)
- Memastikan keberlanjutan komunitas belajar di lingkungan sekolah.
SD Negeri Donomulyo melaksanakan observasi kinerja kepala sekolah pada tanggal 17 April 2026 di ruang labolatorium komputer SD Negeri Donomulyo. Sebagai observer adalah pengawas sekolah wilayah Kapanewon Nanggulan yaitu beliau Bapak Sapardi, S.Pd., M.Pd. dan observee adalah Ibu Sumini, S.Pd.SD., M.Pd. kepala sekolah SD Negeri Donomulyo.
Materi observasi yang dipilih adalah "Aktivitas Kegiatan Komunitas Belajar di Sekolah" , target perilaku adalah kepala sekolah dapat menyampaikan informasi dengan tepat, mudah dipahami, dan relevan dengan peningkatan pembelajaran.
Komunitas Belajar/Kombel Sekolah adalah sekelompok pendidik dan tenaga kependidikan yang belajar bersama secara kolaboratif dan berkelanjutan. Fokus utamanya bukan sekadar berkumpul, melainkan memiliki komitmen yang sama untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui siklus inkuiri yang terstruktur.
Peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah bukan lagi tanggung jawab individu guru semata, melainkan hasil dari kerja sama kolektif. Dalam konteks ini, Komunitas Belajar (Kombel) di dalam sekolah menjadi penggerak utama dalam menciptakan perubahan nyata di ruang kelas.
Tujuan pembentukan Kombel di sekolah berpusat pada tiga hal utama:
Mengutamakan Pembelajaran Murid: Memastikan bahwa setiap kegiatan guru bermuara pada pemenuhan kebutuhan belajar siswa.
Membudayakan Kolaborasi: Menghilangkan kebiasaan guru bekerja secara terisolasi (sendiri-sendiri) dan menggantinya dengan budaya saling membantu.
Menciptakan Tanggung Jawab Kolektif: Membangun kesadaran bahwa keberhasilan atau kegagalan siswa di sekolah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya guru kelas yang bersangkutan.













Komentar