PELAKSANAAN UPACARA HADEGING DIY TAHUN 2026 DI SDN DONOMULYO

 PELAKSANAAN UPACARA HADEGING DIY TAHUN 2026

DI SDN DONOMULYO


Pada tanggal 13 Maret 1755 (atau dalam penanggalan Jawa: Kamis Pon, 29 Jumadil Awal Tahun Be 1680). Pada hari itu, Sri Sultan Hamengku Buwono I memproklamasikan berdirinya Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat setelah adanya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755)

Cikal bakal lahirnya Yogyakarta bermula dari konflik internal di Kerajaan Mataram Islam. Perselisihan antara Sunan Pakubuwono III, Pangeran Mangkubumi, dan Raden Mas Said, yang diperkeruh oleh campur tangan VOC, berujung pada Perjanjian Giyanti.

Perjanjian ini membagi wilayah Mataram menjadi dua:

  • Kasunanan Surakarta (dipimpin Sunan Pakubuwono III).

  • Kasultanan Ngayogyakarta (dipimpin Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I).

Satu bulan setelah perjanjian tersebut, tepatnya pada tanggal 13 Maret 1755 (Kamis Pon, 29 Jumadil Awal 1680 J), Sri Sultan Hamengku Buwono I memproklamasikan berdirinya Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dalam peristiwa yang dikenal sebagai Hadeging Nagari ini, Sultan mengumumkan nama ibu kota kerajaannya adalah Ngayogyakarta, yang secara filosofis diambil dari nama kota kuno di India, Ayodhya, dan berarti "negeri yang makmur dan damai".

Pelaksanaan upacara atau peringatan Hadeging DIY setiap tanggal 13 Maret bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan memiliki beberapa tujuan mendasar yang menyangkut aspek historis, budaya, dan jati diri masyarakat Yogyakarta. Tujuan utamanya adalah: pelestarian nilai historis dan asal usul Nagari Ngayogyakarta, penguatan jati diri dan identitas budaya, penghormatan terhadap lelulhur Sri Sultan Hamengkubuwono I, refleksi nilai keistimewaan, dan sarana edukasi bagi generasi muda.

Tahun 2026 SD Negeri Donomulyo melaksanakan upacara memperingati berdirinya  Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang ke 270.

Pelaksanaan upaca bendera memperingati berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta dilaksanakan di halaman sekolah dengan pembina upacara Ibu Sumini, S.Pd.SD., M.Pd. selaku kepala sekolah. Upacara diikuti oleh seluruh siswa, guru dan karyawan SDN Donomulyo, upacara dilaksanakan menggunakan Bahasa Jawa dan mengenakan pakaian adat gagrak Ngayogyakarta. 

FOTO KEGIATAN 

UPACARA MEMPERINGATI HADEGING KASULTANAN NGAYOGYAKARTA







💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELAKSANAAN UPACARA BENDERA DAN HALAL BIHALAL SDN DONOMULYO TAHUN 2026

IMPLEMENTASI PROGRAM KERJA KKN IPW DI LINGKUNGAN SDN KALIREJO

PELAKSANAAN UPACARA BENDERA HARI SNEIN, 6 APRIL 2026 SD NEGERI DONOMULYO